Padang Pariaman, tbntimes.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat komitmennya dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 yang digelar di Aula Bapelitbangda, Senin (8/6/2026).
Mewakili Bupati Padang Pariaman Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati, Syafrion, ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelaporan inovasi daerah sekaligus mempersiapkan perangkat daerah menghadapi penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dalam sambutannya, Syafrion menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Di tengah keterbatasan anggaran, tuntutan efisiensi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, inovasi menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan efektif, adaptif, dan memberikan dampak nyata.
“Kita harus menjadikan inovasi sebagai budaya kerja. Dengan inovasi, berbagai keterbatasan dapat diatasi melalui cara-cara yang lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, kecamatan, dan puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman. Para peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait mekanisme penginputan data IID Tahun 2026 melalui aplikasi Kementerian Dalam Negeri agar pelaporan inovasi dapat memenuhi seluruh indikator penilaian yang dipersyaratkan.
Syafrion menjelaskan bahwa proses penginputan data IID akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026. Inovasi yang dapat dilaporkan merupakan inovasi yang telah diterapkan pada periode 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2025, termasuk inovasi yang telah mengalami pengembangan maupun penyempurnaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan minimal lima dari enam urusan wajib pelayanan dasar dalam inovasi yang dilaporkan. Ketentuan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memperoleh nilai maksimal pada indikator jumlah inovasi.
Pada kesempatan tersebut, Syafrion mengapresiasi capaian Kabupaten Padang Pariaman yang berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada tahun 2024, Kabupaten Padang Pariaman menempati peringkat keenam nasional dengan skor 85,73 melalui 303 inovasi yang dilaporkan. Sementara pada tahun 2025, daerah ini mencatat skor 82,48 dengan 277 inovasi.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas inovasi, tidak hanya demi memperoleh nilai yang baik, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, inovasi yang dikembangkan harus mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan daya saing daerah.
Di tengah kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah, Syafrion mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk tetap produktif, kreatif, dan berintegritas dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Dengan kolaborasi, komitmen, dan kreativitas seluruh perangkat daerah, saya yakin Padang Pariaman mampu meningkatkan kualitas inovasinya dan kembali meraih prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman, Budi Mulia, ST, MT, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme penginputan data dukung, pemenuhan indikator inovasi daerah, serta strategi peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut perangkat daerah diharapkan mampu menyajikan data inovasi yang berkualitas, terdokumentasi dengan baik, serta sesuai dengan ketentuan penilaian yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri. ***
















