Bupati Padang Pariaman Tinjau Pembangunan ICCU RSUD, Harapan Baru Bagi Pasien Jantung Akut

banner 120x600

 

Padang Pariaman, tbntimes.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terus diwujudkan. Hal ini terlihat dari kunjungan Bupati Padang Pariaman ke lokasi pembangunan Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) di RSUD Padang Pariaman. Kehadiran ICCU yang ditargetkan rampung pada tahun ini, digadang-gadang akan menjadi tonggak penting dalam penanganan penyakit jantung akut dan kritis di daerah.

ICCU merupakan ruang perawatan intensif yang dikhususkan bagi pasien dengan kondisi jantung yang mengancam nyawa, seperti serangan jantung, gagal jantung, maupun gangguan irama jantung berat. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan canggih untuk memantau kondisi pasien secara ketat selama 24 jam.

Tidak hanya itu, pada tahun yang sama RSUD juga membangun Cathlab (Catheterization Laboratory), fasilitas penting yang memungkinkan tindakan intervensi jantung tanpa bedah terbuka, seperti pemasangan ring (stent) dan diagnosis penyakit jantung koroner.

Direktur RSUD Padang Pariaman dr. Syafrinawati, MARS menyampaikan, pembangunan ICCU dan Cathlab menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Selama ini, pasien jantung dari Padang Pariaman yang mengalami kondisi darurat harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang. Proses rujukan ini seringkali memakan waktu berharga, sementara pasien membutuhkan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa.

“Kami berharap, dengan hadirnya ICCU dan Cathlab, masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang menderita penyakit jantung tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar. Penanganan bisa langsung dilakukan di RSUD sendiri. Ini bukan hanya menekan angka rujukan, tapi juga menurunkan risiko kematian akibat keterlambatan penanganan,” tegas Direktur RSUD.

Menurutnya, penanganan pasien jantung, terutama kasus serangan jantung akut, membutuhkan “golden period” atau waktu emas maksimal dua jam sejak gejala pertama muncul. Jika dalam periode itu pasien tidak mendapat tindakan tepat, risiko kematian dan komplikasi meningkat drastis. Karena itu, kehadiran ICCU dan Cathlab menjadi krusial.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, dalam kunjungannya, meninjau langsung progres pembangunan gedung ICCU. Ia juga berbincang dengan pihak manajemen RSUD terkait kebutuhan tenaga medis, peralatan, hingga skema operasional setelah fasilitas tersebut siap digunakan.

“Kesehatan adalah prioritas utama. Kehadiran ICCU dan Cathlab di RSUD Padang Pariaman akan menjadi kebanggaan sekaligus solusi nyata bagi masyarakat kita. Dengan fasilitas ini, pasien tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh saat kondisi darurat. Kita ingin menyelamatkan lebih banyak nyawa, dan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung pengadaan sumber daya manusia (SDM) medis, termasuk dokter spesialis jantung dan tenaga kesehatan terlatih. Hal ini penting agar keberadaan fasilitas berstandar tinggi tersebut benar-benar optimal dan tidak hanya sekadar bangunan fisik.

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, angka prevalensi penyakit jantung terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan gaya hidup modern, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam.

Bagi masyarakat Padang Pariaman, kehadiran ICCU dan Cathlab tentu membawa harapan baru. Banyak pasien sebelumnya harus melalui perjalanan panjang dan melelahkan menuju rumah sakit rujukan di Kota Padang, bahkan hingga ke Jakarta untuk tindakan Cathlab. Hal ini tidak hanya berisiko secara medis, tapi juga menambah beban biaya transportasi dan akomodasi keluarga pasien.

Dengan tersedianya fasilitas ini di RSUD Padang Pariaman, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan jantung. Selain mempercepat penanganan, hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.

Tantangan dan Kesiapan RSUD
Meski demikian, pembangunan fasilitas modern tentu tidak lepas dari tantangan. RSUD Padang Pariaman harus memastikan kesiapan infrastruktur, peralatan medis berteknologi tinggi, serta tenaga medis terlatih. ICCU membutuhkan dokter spesialis jantung dan perawat dengan keahlian khusus dalam menangani pasien kritis. Begitu juga dengan Cathlab, yang hanya bisa dioperasikan oleh tim profesional berpengalaman.

Direktur RSUD menegaskan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, untuk memastikan ketersediaan tenaga medis. “Kami tidak ingin fasilitas ini hanya berdiri megah tanpa bisa berfungsi optimal. Fokus kami adalah menjadikan RSUD Padang Pariaman sebagai pusat layanan jantung yang benar-benar mampu bersaing dan diandalkan masyarakat,” katanya.

Komitmen Menurunkan Angka Kematian
Lebih jauh, pembangunan ICCU dan Cathlab diharapkan bisa menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung di Padang Pariaman. Saat ini, banyak pasien meninggal dunia karena keterlambatan penanganan. Dengan adanya fasilitas perawatan intensif di daerah, waktu penanganan dapat dipangkas secara signifikan.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

“Pemerintah sudah menyediakan fasilitas. Tugas kita bersama adalah menjaga kesehatan sejak dini dengan pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, dan segera datang ke rumah sakit jika ada gejala. Jangan tunggu sampai terlambat,” pesan Bupati.

Kunjungan Bupati Padang Pariaman ke pembangunan ICCU RSUD tidak hanya simbolis, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas. Kehadiran ICCU dan Cathlab akan menjadi babak baru bagi RSUD Padang Pariaman untuk naik kelas, sekaligus memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan layanan jantung.

Dengan langkah ini, Padang Pariaman membuktikan diri mampu menghadirkan layanan kesehatan setara rumah sakit besar di kota-kota besar. Harapan besarnya, angka kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan, dan masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh mencari pertolongan. Karena setiap detik begitu berarti, dan setiap nyawa begitu berharga. (Ali)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *